Cara Menentukan Klasifikasi Kelas Merek Barang dan Jasa
Saat mendaftarkan merek, pemilik usaha tidak cukup hanya menentukan nama atau logo yang ingin digunakan. Pemilik usaha juga perlu menentukan klasifikasi kelas merek sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan. Langkah ini penting karena perlindungan merek berkaitan dengan jenis barang atau jasa yang didaftarkan.
Banyak pelaku usaha masih bingung ketika harus menentukan kelas merek. Sebab, satu bisnis dapat memiliki beberapa jenis produk atau layanan yang berbeda. Selain itu, istilah kelas merek terkadang sulit dipahami oleh pemilik usaha yang baru pertama kali melakukan pendaftaran merek.
Padahal, dengan memahami klasifikasi merek sejak awal, proses pendaftaran dapat menjadi lebih terarah. Pemilik usaha juga dapat menghindari kesalahan dalam memilih kelas yang tidak sesuai dengan kegiatan bisnis.
Dalam artikel ini membahas cara menentukan kelas merek barang dan jasa, contoh klasifikasi yang umum digunakan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pendaftaran merek.
Apa Itu Kelas Merek?
Kelas merek merupakan pengelompokan barang dan jasa berdasarkan jenis produk atau aktivitas usaha yang menggunakan suatu merek. Klasifikasi tersebut digunakan dalam proses pendaftaran merek agar perlindungan hukum terhadap merek menjadi lebih jelas.
Dalam praktiknya, klasifikasi barang dan jasa mengacu pada sistem klasifikasi internasional yang dikenal sebagai Nice Classification. Sistem tersebut mengelompokkan barang ke dalam kelas 1 sampai 34, sedangkan jasa berada pada kelas 35 sampai 45.
Karena itu, pemilik usaha harus memahami kegiatan bisnisnya terlebih dahulu sebelum menentukan kelas merek.
Sebagai contoh, seseorang memiliki bisnis yang menjual pakaian dengan merek tertentu. Produk pakaian tersebut termasuk kategori barang sehingga pemilik usaha perlu memilih kelas yang sesuai dengan produk tersebut.
Sementara itu, apabila pemilik merek menjalankan layanan perdagangan atau pemasaran untuk pihak lain, klasifikasi yang digunakan dapat berbeda karena masuk dalam kategori jasa.
Dengan demikian, pemilihan kelas tidak hanya berdasarkan nama bisnis. Pemilik usaha harus melihat barang atau jasa apa yang benar-benar ditawarkan kepada konsumen.
Mengapa Menentukan Kelas Merek Itu Penting?
Menentukan kelas merek menjadi salah satu tahapan penting sebelum mengajukan permohonan pendaftaran. Sebab, perlindungan merek diberikan berdasarkan barang atau jasa yang tercantum dalam permohonan.
Jika pemilik usaha memilih kelas yang tidak sesuai, perlindungan merek dapat menjadi kurang optimal. Selain itu, kesalahan klasifikasi juga dapat membuat pemilik usaha perlu melakukan pengajuan tambahan apabila ingin melindungi produk atau jasa lain.
Oleh karena itu, pemilik usaha sebaiknya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum mendaftarkan merek.
Selain itu, menentukan kelas merek dengan tepat membantu pemilik usaha menyusun strategi perlindungan brand dalam jangka panjang. Dengan begitu, merek tidak hanya terdaftar secara administratif, tetapi juga dapat mendukung perkembangan bisnis.
Cara Menentukan Kelas Merek Barang dan Jasa
Untuk menentukan kelas merek, Anda dapat mengikuti beberapa langkah berikut.
1. Identifikasi Produk atau Jasa yang Ditawarkan
Langkah pertama adalah membuat daftar seluruh produk atau jasa yang menggunakan merek tersebut.
Misalnya, sebuah bisnis memiliki merek yang digunakan untuk menjual:
Pakaian
Jaket
Celana
Hijab
Aksesori fashion
Pemilik usaha perlu mengidentifikasi produk utama dan produk tambahan yang memang menggunakan merek tersebut.
Begitu juga dengan bisnis jasa. Jika sebuah perusahaan menggunakan merek untuk layanan konsultasi, pelatihan, pemasaran, atau pendidikan, maka jenis layanan tersebut perlu diidentifikasi terlebih dahulu.
Dengan membuat daftar produk dan jasa, proses menentukan kelas merek akan menjadi lebih mudah.
2. Tentukan Apakah Termasuk Barang atau Jasa
Setelah membuat daftar produk, tentukan apakah yang ditawarkan termasuk barang atau jasa.
Secara umum, kelas 1 sampai 34 digunakan untuk berbagai jenis barang. Sementara itu, kelas 35 sampai 45 digunakan untuk berbagai jenis jasa.
Sebagai contoh, produk kosmetik dan skincare memiliki klasifikasi yang berbeda dari layanan konsultasi bisnis. Begitu pula produk makanan memiliki klasifikasi yang berbeda dari jasa restoran atau layanan katering tertentu.
Karena itu, jangan hanya menggunakan nama usaha sebagai dasar pemilihan kelas.
3. Periksa Deskripsi Barang atau Jasa
Tahap berikutnya adalah mencocokkan produk atau jasa dengan daftar klasifikasi yang tersedia.
Pemilik usaha perlu melihat deskripsi barang atau jasa secara spesifik. Hal ini penting karena satu kategori usaha dapat memiliki beberapa jenis produk yang berbeda.
Contohnya, pemilik bisnis makanan perlu menjelaskan jenis produk yang dijual. Apakah berupa makanan olahan, makanan ringan, minuman, produk beku, atau produk lainnya?
Begitu juga dengan bisnis fashion. Produk seperti pakaian, alas kaki, atau aksesori dapat memiliki klasifikasi yang berbeda.
Karena itu, semakin detail daftar produk yang dibuat, semakin mudah proses menentukan kelas merek.
4. Sesuaikan dengan Kegiatan Usaha
Pemilihan kelas juga harus disesuaikan dengan kegiatan bisnis yang benar-benar dijalankan.
Misalnya, sebuah perusahaan menggunakan merek untuk menjual produk makanan sekaligus menjalankan restoran. Dalam kondisi tersebut, pemilik usaha perlu mempertimbangkan apakah hanya produk makanan yang perlu dilindungi atau kegiatan jasa restoran juga menggunakan merek yang sama.
Dengan demikian, pemilik usaha dapat mempertimbangkan lebih dari satu kelas apabila kegiatan bisnisnya memang mencakup beberapa kategori.
5. Pertimbangkan Rencana Pengembangan Bisnis
Selain melihat kegiatan usaha saat ini, pemilik usaha juga dapat mempertimbangkan rencana pengembangan bisnis.
Misalnya, saat ini sebuah brand hanya menjual pakaian. Namun, dalam beberapa tahun ke depan, pemilik bisnis berencana mengembangkan produk menjadi tas dan aksesori.
Dalam kondisi seperti ini, pemilik usaha perlu merencanakan strategi perlindungan mereknya dengan baik.
Namun, pemilihan kelas tetap harus dilakukan berdasarkan barang atau jasa yang relevan dengan kegiatan usaha dan kebutuhan perlindungan merek. Jangan memilih kelas secara sembarangan hanya karena ingin mencakup sebanyak mungkin kategori.
Contoh Kelas Merek Barang yang Umum Digunakan
Berikut beberapa contoh kelas barang yang sering berkaitan dengan bisnis.
Kelas 3 dapat berkaitan dengan berbagai produk kosmetik dan perawatan tubuh, termasuk sejumlah produk skincare dan parfum.
Kelas 5 mencakup berbagai produk farmasi, medis, serta kategori barang tertentu yang berkaitan dengan kesehatan.
Kelas 9 mencakup berbagai barang teknologi dan elektronik tertentu, seperti perangkat elektronik, perangkat lunak, serta produk teknologi lainnya sesuai dengan deskripsi klasifikasinya.
Kelas 18 banyak digunakan untuk produk seperti tas, koper, dompet, dan barang tertentu yang berbahan kulit atau imitasi kulit.
Kelas 25 sangat umum digunakan oleh bisnis fashion karena mencakup pakaian, alas kaki, dan penutup kepala.
Kelas 29 mencakup berbagai jenis makanan tertentu, termasuk sejumlah produk olahan berbahan dasar daging, ikan, susu, dan produk pangan lainnya.
Kelas 30 mencakup berbagai produk makanan seperti kopi, teh, tepung, roti, kue, makanan berbasis sereal, serta produk makanan tertentu lainnya.
Kelas 32 mencakup berbagai jenis minuman non-alkohol tertentu, termasuk minuman ringan dan produk minuman lainnya.
Namun, contoh tersebut hanya menjadi gambaran umum. Pemilik usaha tetap perlu mencocokkan produk secara spesifik dengan daftar klasifikasi yang berlaku.
Contoh Kelas Merek Jasa yang Umum Digunakan
Selain barang, banyak pelaku usaha yang perlu menentukan kelas merek untuk jasa.
Salah satu kelas jasa yang cukup sering digunakan adalah kelas 35. Kelas ini berkaitan dengan berbagai aktivitas periklanan, manajemen bisnis, administrasi bisnis, serta layanan perdagangan tertentu.
Kemudian, kelas 41 mencakup berbagai layanan pendidikan, pelatihan, hiburan, serta aktivitas tertentu yang berkaitan dengan kegiatan olahraga dan budaya.
Selanjutnya, kelas 42 berkaitan dengan berbagai layanan teknologi, pengembangan perangkat lunak, layanan ilmiah, dan teknologi informasi tertentu.
Sementara itu, kelas 43 berkaitan dengan layanan penyediaan makanan dan minuman serta akomodasi sementara, termasuk kategori jasa tertentu yang berhubungan dengan restoran dan penginapan.
Adapun kelas lainnya digunakan untuk berbagai jenis jasa sesuai dengan bidang usaha masing-masing.
Oleh sebab itu, pemilik bisnis jasa sebaiknya tidak langsung memilih kelas hanya berdasarkan nama usaha. Periksa terlebih dahulu layanan utama yang ditawarkan kepada konsumen.
Apakah Satu Merek Bisa Memiliki Beberapa Kelas?
Ya, sebuah merek dapat berkaitan dengan lebih dari satu kelas apabila merek tersebut digunakan untuk beberapa jenis barang atau jasa yang berbeda.
Sebagai contoh, sebuah brand memiliki bisnis fashion sekaligus menjual tas dan menjalankan layanan toko online. Pemilik brand perlu melihat setiap aktivitas tersebut dan menentukan kelas yang relevan.
Namun, semakin banyak kelas yang diajukan, semakin besar pula pertimbangan biaya dan strategi pendaftarannya. Oleh karena itu, pemilik usaha sebaiknya memilih kelas berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan sekadar menambah kelas sebanyak mungkin.
Perencanaan yang tepat akan membantu pemilik merek memperoleh perlindungan yang lebih relevan dengan kegiatan usahanya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menentukan Kelas Merek
Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemilik usaha ketika menentukan kelas merek.
Pertama, memilih kelas hanya berdasarkan nama usaha. Padahal, nama bisnis tidak selalu menunjukkan barang atau jasa yang dijual.
Kedua, memilih kelas berdasarkan perkiraan tanpa memeriksa deskripsi barang atau jasa. Cara ini dapat menyebabkan klasifikasi tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Ketiga, hanya mendaftarkan produk utama sementara terdapat produk lain yang juga menggunakan merek yang sama.
Keempat, tidak mempertimbangkan perkembangan bisnis. Akibatnya, ketika bisnis berkembang, pemilik usaha baru menyadari bahwa terdapat barang atau jasa lain yang belum mendapatkan perlindungan merek.
Kelima, menganggap semua bisnis dalam satu bidang pasti menggunakan kelas yang sama. Padahal, jenis produk atau layanan yang ditawarkan dapat membuat klasifikasinya berbeda.
Karena itu, pemeriksaan sebelum pendaftaran menjadi langkah yang sangat penting.
Tips Agar Tidak Salah Menentukan Kelas Merek
Agar proses pendaftaran berjalan lebih terarah, buatlah daftar semua produk atau jasa yang menggunakan merek. Setelah itu, kelompokkan berdasarkan jenis barang atau layanan.
Kemudian, periksa klasifikasi yang sesuai dan pastikan deskripsinya benar-benar menggambarkan kegiatan usaha.
Selain itu, perhatikan penggunaan merek dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Jika merek digunakan pada kemasan produk, toko, layanan, promosi, atau aktivitas lainnya, identifikasi terlebih dahulu fungsi merek tersebut.
Jika masih merasa bingung, Anda dapat berkonsultasi dengan pihak yang memahami proses pendaftaran merek. Dengan begitu, Anda dapat memperoleh pertimbangan sebelum menentukan kelas yang akan diajukan.
Mengapa Konsultasi Kelas Merek Penting?
Menentukan kelas merek memang terlihat sederhana, tetapi pemilihan yang kurang tepat dapat memengaruhi strategi perlindungan brand.
Konsultasi membantu pemilik usaha memahami klasifikasi yang sesuai dengan produk atau jasa. Selain itu, konsultasi juga dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pendaftaran berdasarkan aktivitas bisnis.
Dengan bantuan yang tepat, pemilik usaha tidak perlu menebak-nebak kelas merek. Anda dapat mempersiapkan data produk atau jasa terlebih dahulu, kemudian mendiskusikannya dengan tim yang memahami proses pendaftaran merek.
Dengan demikian, proses pengurusan merek dapat menjadi lebih mudah, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Urus Merek dengan Mudah di Pop Jasa
Masih bingung menentukan kelas merek untuk produk atau jasa Anda? Jangan sampai kesalahan memilih klasifikasi membuat perlindungan brand Anda kurang maksimal.
Urus merek dengan mudah di Pop Jasa. Pop Jasa siap membantu Anda memahami proses pendaftaran merek dan menentukan langkah yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Baik Anda memiliki bisnis makanan, minuman, fashion, kosmetik, skincare, elektronik, jasa pendidikan, restoran, travel, penginapan, maupun bidang usaha lainnya, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan pendaftaran.
Dengan konsultasi, Anda dapat mengetahui pilihan kelas yang relevan dan mempersiapkan proses pendaftaran dengan lebih percaya diri.
Konsultasi Sekarang!
Jangan tunggu sampai brand Anda berkembang besar baru memikirkan perlindungan merek. Lindungi identitas bisnis sejak awal agar Anda dapat membangun brand dengan lebih tenang.
Urus merek dengan mudah di Pop Jasa. konsultasi sekarang!
Hubungi Pop Jasa untuk mendapatkan informasi dan konsultasi terkait pendaftaran merek serta klasifikasi kelas barang dan jasa.
📱 WhatsApp: 0859 3240 2853
🌐 Website: urusmerek.com
📸 Instagram: @popjasaofficial
Pop Jasa – Solusi Pengurusan Merek untuk Bisnis Anda.